Gus Afi Ancam Pidanakan Penyebar Hoax Covid19 Di Pasuruan

Pasuruan – Publik Kabupaten Pasuruan dibuat resah dengan meme infografis peta sebaran pandemik Covid 19 yang beredar di jejaring media sosial pada (4/04).

Disejumlah Whatsapp Group masyarakat pasuruan dihebohkan dengan meme infografis tentang banyaknya warga Kabupaten Pasuruan yang terkonfirmasi positif Covid19.

Bahkan yang semakin membuat resah karena meme infografis hoax tersebut jugs di share oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan melalui status WA-nya.

Kontan saja publik Pasuruan menjadi resah karena selama ini dari data resmi yang dikeluarkan oleh Gugus tugas Covid19 Kabupaten Pasuruan masih dalam zona kuning. Artinya belum ada warga Pasuruan yang terkonfirmasi positif terjangkit Covid19.

“Saya himbau kepada Masyarakat Pasuruan untuk tetap tenang dan selalu merujuk informasi dari sumber yang terpercaya. Jangan termakan informasi yang gak jelas dari mana sumbernya”. Ucap H. Saad Muafi, SH.

Politisi PKB yang juga anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut menyampaikan bahwa hingga saat ini informasi yang didapat dari Halaman resmi Covid 19 masih menempatkan Kabupaten Pasuruan dalam zona yang aman. Dirinya juga mewanti-wanti kepada siapapun untuk tidak membuat resah warga masyarakat pasuruan.

“Saya tegaskan jangan sekali-kali menyebarkan hoax dan ketakutan kepada publik. Saya tidak segan-segan untuk melaporkan kepada aparat hukum kepada para pelaku karena jelas itu perbuatan jahat dan ancaman pidananya juga berat” Tegas Pria yang akrab disapa Gus Afi itu.

Lebih lanjut dirinya juga meminta kepada publik khususnya para tokoh masyarakat untuk lebih selektif dan kritis dalam menerima dan menyampaikan informasi.

“Saring sebelum sharing itu rumus dalam menerima informasi. Kasihan masyarakat jika para tokohnya juga ikutan menyebarkan hoax karena ketidaktahuan atau mungkin kesengajaan. Ini yang saya sesalkan, karena informasi hoax tentang corona ini juga banyak dishare oleh tokoh masyarakat” Ujarnya.

Bagi penyebar hoax, kata Saad Muafi, dapat diancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE (UU ITE) yang menyatakan setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik yang Dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016.

“Yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” terangnya.

Semenjak kasus virus corona merebak di indonesia, sejumlah informasi tak benar mulai bertebaran di media sosial. Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis total konten hoax dan disinformasi sebanyak 292 sampai Sabtu 04 April 2020.

Untuk itu Politisi yang Juga aktivis GP Ansor itu selalu menghimbau untuk masyarakat tidak panik dan tetap harus waspada dan tetap racin cuci tangan serta menerapkan pola hidup sehat. “jika ada informasi penyebaran virus covid 19 untuk bisa melihat di webnya kominfo kabupaten pasuruan yang selalu update tentang perkembangan virus corona” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *