Dede Farhan Aulawi, Jelaskan Tantangan Masa Depan Penegakan Hukum di Polres Jeneponto dan Polres Bulukumba

Dede Farhan Aulawi, Jelaskan Tantangan Masa Depan Penegakan Hukum di Polres Jeneponto dan Polres Bulukumba

Jeneponto, Jurnalexpress.com.-| Merujuk pada Perpres No. 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dijelaskan bahwa fungsi Kompolnas sebagai pengawas fungsional kepolisian, dimana mekanisme pengawasannya dilakukan melalui cara pemantauan dan penilaian kinerja dan integritas pejabat dan anggota kepolisian. Hal ini menyiratkan sebuah amanat bahwa Kompolnas harus melakukan pengawasan terhadap kepolisian melalui suatu mekanisme yang telah diatur oleh peraturan yang berlaku.

Seiring dengan hal tersebut, Tim Kompolnas yang dipimping oleh Komisioner Dede Farhan Aulawi pada hari Selasa (18/2) melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Jeneponto dan Polres Bulukumba dalam kegiatan sosialisasi Kompolnas sekaligus pengawasan administrasi penegakan hukum. Sebelum kunjungan ke polres, sebelumnya Kompolnas berkunjung ke Polda Sulawesi Selatan untuk menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan kunjungan kerja tersebut. Di Polda rombongan diterima oleh Irwasda dan jajaran pejabat inspektorat Polda Sulawesi Selatan lainnya.

Dede Farhan Aulawi menjelaskan bahwa maksud kunjungan kerjanya tersebut, yang pertama mensosialisasikan fungsi pengawasan Kompolnas sesuai dengan UU dan Perpres, lalu melakukan simulasi pengawasan terkait administrasi penegakan hukum. Terkait pengawasan ini, akhirnya bisa diketahui hal – hal apa yang harus dipertahankan karena dinilai sudah baik, dan hal – hal apa yang masih perlu diperbaiki agar ke depan bisa lebih baik lagi.

“ Jadi pengawasan yang dilakukan oleh Kompolnas itu bukan untuk mencari – cari kesalahan polisi, tetapi memotret mana –mana yang sudah baik, dan mana – mana yang harus diperbaiki. Standar ukuran yang dipakai untuk mengukurnya adalah aturan – aturan yang terkait, mulai dari undang – undang sampai peraturan Kapolri. Dengan demikian maka semangat yang dibangun adalah untuk memperbaiki Polri agar bisa lebih baik dan lebih baik lagi di masa – masa selanjutnya. Tidak ada organisasi yang sempurna dan tidak ada kekuarangan, namun yang terpenting adalah adanya keinginan untuk terus melakukan perbaikan secara berkesinambungan “, ujar Dede.

Dede juga mengingatkan bahwa tantangan Polri ke depan itu akan semakin berat, karena dimensi tantangan tugas yang semakin luas dan kompleks. Berbagai dinamika tantangan tugas tersebut hanya bisa dijawab oleh pemenuhan kompetensi kualitas SDM yang unggul. Oleh karena itu berbagai upaya untuk mewujudkan SDM yang unggul harus dilakukan dan tentu harus disambut positif sebagai sebuah dinamika objektif dalam melaksanakan tugas organisasi. Apalagi satuan kerja dan satuan fungsi di Polri itu banyak sekali, jadi tentu pemenuhan spesifik keahlian akan dan harus disesuaikan dengan bidang tugasnya masing – masing. Semua ada jenjangnya dan semua idealnya harus dilalui oleh setiap anggota sesuai dengan bidangnya, sehingga semua akan memiliki keterkaitan antara job characteristic dengan job competencies yang dipersyaratkan. Jika ini bisa dipenuhi, maka Polri akan selalu siap melaksanakan tugas yang diembannya sepanjang zaman. Demikian keterangan yang diberikan oleh Dede disela – sela kesibukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *