Prodem Lakukan Konsolidasi, Fitra : Demokrasi Masih Ditangan Oligarki.

Surabaya – Pro Demokrasi (Prodem) sebagai salah satu element gerakan masyarakat yang berjuang dalam penegakan demokrasi lakukan konsolidasi.

Organisasi gerakan yang dipimpin oleh Fitra Djaja Purnama itu melakukan konsolidasi jaringan ditengah situasi demokrasi yang jauh dari cita-cita Reformasi.

“Demokrasi yang kita perjuangkan masih dikuasai elit. Rakyat masih belum menikmati. Padahal demokrasi adalah titipan. Karena itu Prodem bertanggungjawab meluruskan,” terang Fitra.

Lebih lanjut Fitra menegaskan bahwa saat ini demokrasi telah dikuasai oleh tangan-tangan kotor Oligarki. Keadilan sosial yang dicitakan terasa makin jauh dari kehidupan masyarakat.

“Prodem akan tetap konsisten memperjuangkan demokrasi yang tujuan akhirnya adalah keadilan sosial” Tegas Fitra dihadapan jaringan Prodem Surabaya Utara.

Acara yang berlangsung pada Minggu (19/1) di Jalan Bulak Banteng Suropati 3, Surabaya itu dihadiri oleh jaringan Prodem Surabaya Utara yang terdiri dari pengurus kecamatan.

Dalam diskusi tersebut Fitra menyebut ada empat hal dalam demokrasi yang harus dilakukan oleh Prodem.

Pertama, Prodem berpartisipasi ikut serta dalam merencanakan apa yang dilakukan pemerintah. Misalnya Musrenbang.

“Secara nasional, yang dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan  merata melalui program-program lainnya. Di sini kita harus terlibat,” ujarnya.

Kedua, Prodem ikut berpartisipasi menjalankan rencana-rencana yang telah disepakati bersama.

“Ketiga, Prodem ikut serta mengawasi dan  mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah,” imbuhnya.

Keempat, rakyat bisa menikmati hasil dari demokrasi. Seperti mendapatkan sekolah gratis hingga kesehatan gratis.

Keempat hal itu menjadi kesepakatan forum diskusi Prodem menjadi agenda gerakan dalam rangka menyelamatkan Demokrasi yang saat ini dibajak oleh oligarki.

“Kita Mulai dari Surabaya, Gagasan besar tentang demokrasi ideal dan substantif yang kita perjuangkan selama ini akan menjadi percontohan bagi konsolidasi jaringan Prodem di wilayah Jawa Timur” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *