Proyek Senilai Hampir 1 M Ambruk Di Kota Pasuruan


Kota Pasuruan – Ambruknya proyek pembangunan pelengsengan sungai petung kota pasuruan terus menjadi sorotan warga masyarakat. Proyek yang baru selesai dikerjakan tersebut tetiba ambruk walau tidak ada banjir.

Ambruknya Proyek Plengsengan ini tentu menjadi kabar buruk bagi masyarakat Kota Pasuruan. Belum selesai trauma publik atas ambruknya bangunan sekolah di SDN Gentong beberapa waktu lalu, kini publik kota santri itu kembali dibuat was was dengan proyek Pemerintah Kota Pasuruan.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Arida itu menurut sumber informasi menghabiskan anggaran dari APBD Kota Pasuruan tahun 2019 sebesar Rp. 926.640.108. Tidak lama setelah proyek diselesaikan tepatnya pada tanggal 2 januari 2020, proyek plengsengan tersebut ambrol sepanjang kurang lebih 20 meter.

Warga masyarakat sekitar sungai Petung di Kelurahan Bakalan sebelumnya menaruh harapan besar pada proyek ini. “Kami di Bakalan adalah salah satu titik rawan banjir tahunan, harapan kami proyek ini bisa meminimalisir luapan air tapi ternyata pemerintah kota buatnya asal-asalan, belum apa apa sudah runtuh” ujar salah satu warga sekitar yang tidak mau namanya disebutkan.

Terpisah GNPK-RI Kota Pasuruan melalui ketuanya Zulkarnain mengecam keras kembali ambruknya bangunan tanpa adanya Force major itu. Zulkarnain meminta semua pihak mengusut tuntas kasus ini. Apalagi ditengarai ada permainan oligarki politik dalam kasus tersebut.

“Ada yang tidak beres dalam tata kelola Pemerintah Kota Pasuruan, Mereka seolah serampangan dalam melakukan pengerjaan proyek pembangunan yang berhubungan langsung dengan hajat hidup serta keselamatan warga masyarakat. Saya ingatkan ini belum puncak hujan sudah ambrol dan runtuh. Bagaimana jika nanti curah hujan yang tinggi jika model pengerjaan seperti ini” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *