Lakpesdam NU Kota Pasuruan Peringati Haul Gus Dur Ke 10 Bersama Element Muda Milenial

Lakpesdam NU Kota Pasuruan bersama element anak muda dan mahasiswa kota pasuruan menggelar acara haul Gus Dur pada jumat (20/12/2019).

Bertempat di Aula Gedung Perpusatakaan Kota Pasuruan, Acara Haul Gus Dur yang ke 10 itu selain dihadiri oleh kader PMII tapi juga diikuti oleh banyak komunitas milenial seperti aktivis mahasiswa, komunitas diskusi catur ilmu dan wahana baca dan juga komunitas sastra.

Ada tiga rangkaian acara yang digelar pada haul Gus Dur yang ke 10 ini. Pertama adalah Khotmil Quran yang dilaksanakan mulai pagi hingga sore hari yang dibacakan oleh anak anak muda milenial.

Habib Habibi Assegaf Memimpin Tahlil Haul Gus Dur 10 Lakpesdam NU Kota Pasuruan

Rangkaian kedua adalah Sholawat Maulid dan Tahlil yang dipimpin oleh Habib Achmad Habibi Assegaf, seorang tokoh muda yang membangun pusat budaya Zawiyah Panglereman di daerah Mancilan Kota Pasuruan.

Sedangkan acara inti adalah Diskusi bedah buku “The Wisdom of Gus Dur”. Sebagai tambahan informasi bahwa setiap tahunnya dalam Haul yang digelar oleh Lakpesdam NU Kota Pasuruan selalu diisi dengan bedah buku tentang Gus Dur.

Acara Diskusi dibuka oleh penampilan musikalisasi puisi Gus Dur dari PMII Merdeka Pasuruan. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi membedah buku dalam angle bahasan tentang kemanusiaan universal, islam dan indonesia.

Waladi Imaduddin selaku ketua Lakpesdam menyampaikan bahwa Istiqomah program kerja Lakpesdam NU Kota Pasuruan adalah menyelenggarakan Haul Gus Dur dengan merangkul anak muda. “Pemikiran dan Ijtihad perjuangan Gus Dur adalah teladan bagi generasi muda dalam upaya menciptakan kehidupan bernegara yang lebih baik. Maka kami selalu melibatkan komunitas anak muda dalam setiap Haul Gus Dur” tegas Waladi.

Lebih lanjut Pria yang juga akademisi ini menyampaikan bahwa Khotmil Quran dalam Haul Gus Dur merupakan Hal yang wajib. Ini dikarenakan dirinya mendapatkan sanad Khotmil Quran dari Gus Dur melalui putra Angkatnya Mustofa (Gus Mus Ciganjur). “Maka dalam Haul Gus Dur selain Diskusi dan Tahlil kita wajibkan untuk Khotmil Quran. Alhamdulillah yang Nderes semuanya anak muda mahasiswa” imbuhnya.

Khotmil Quran Haul Gus Dur dari Komunitas Anak Muda

Acara diskusi berlangsung hingga tengah malam itu menjadi menarik dengan hadirnya Presiden Rumah Sastra Gus Haidar Hafeez. Dalam paparannya Gus Haidar menyampaikan bahwa Gus Dur hadir dan masih hidup dalam keberagaman Indonesia. Dalam beberapa kali Gus Haidar mengalami secara langsung bagaimana Gus Dur masih hidup ditengah komunitas lintas agama negri ini.

“Saya pernah membacakan puisi tentang Gus Dur didepan Pedande besar di Bali, belum selesai membaca sang pedande langsung menangis memeluk saya. Bukti bahwa Gus Dur Hidup dan merekatkan kebhinekaan kita. Satu kali saya juga punya kenangan dengan mendiang Ciputra yang juga menangis kala saya bacakan puisi tentang Gus Dur di Universitas Ciputra” Jelas Gus Haidar.

Acara menjadi semakin menarik dengan berbagai pandangan dari mahasiswa. Salah satunya Yakin, ketua PC PMII Pasuruan itu menyampaikan bagaimana selera Humor Gus Dur yang tinggi dan mampu mendinginkan suasana serta ketegangan politik. “Saat ini kita kehabisan stok tokoh nasional yang memiliki selera humor tinggi, akibatnya mereka seringkali bikin ketegangan ditengah masyarakat” Ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *