Jatim Tuan Rumah Pertukaran Pemuda Australia – Indonesia

Surabaya, Provinsi Jawa Timur, menjadi tuan rumah pertukaran Pemuda Australia – Indonesia atau Australia -Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP)

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Supratomo yang didampingi Kabid Kepemudaan Haris menjelaskan program pertukaran pemuda Indonesia-Australia 2019/2020 merupakan kerja sama bilateral antara Pemerintah Imdonesia melalui Kemenpora dengan Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan.

Dijelaskan kegiatan program pertukaran pemuda Indonesia-Australia dilaksanakan pada Oktober-Januari selama empat bulan. “Dua bulan kegiatan di Australia, dua bulan kegiatan di Indonesia tuan rumahnya Jawa Timur,” ujarnya.

Di Jawa Timur di desa Sanankerto Kabupaten Malang mulai 5 Desember hingga,26 Januari 2020.

Tujuan kegiatan tersebut, lanjut dia, yaitu mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui people to people contact, khususnya dalam bidang kepemudaan dan juga untuk meningkatkan kualitas dan wawasan pemuda kedua negara.

Adapun peserta pertukaran pemuda Indonesia-Australia terdiri dari 18 pemuda Indonesia yang telah diseleksi secara nasional melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Kemudian, 18 pemuda Australia yang telah diseleksi Pemerintah Australia melalui AFS Intercultural Program Australia.

“Kegiatan nantinya yaitu kegiatan partisipatif, kegiatan kepemimpinan, kegiatan kewirausahaan, kegiatan kesukarelaan, dan kepeloporan. Mereka juga berbaur. Pada kegiatan di Jatim nantinya ada program berbasis fase desa dan fase kota. Nanti mereka disana tinggal di home stay, berbaur dengan warga dan nanti ada orangtua angkat, serta berbagi pengalaman,” ujarnya.

“Australia-Indonesia Youth Exchange Program” (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia – PPIA), dilaksanakan dibawah kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Australia yang telah diselenggarakan sejak tahun 1981.

Program ini di Australia dikelola dan dibiayai oleh Australia-Indonesia Institute, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Di samping itu, program ini juga didukung oleh Cultural Office dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Pelaksanaan program di Australia dikordinasikan oleh The Communication Network (TCN) , sebuah organisasi konsultansi yang berfokus khusus pada proyek kerjasama bilateral. Dari pihak Pemerintah Indonesia, program ini dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga , dibantu oleh alumni program yang tergabung dalam wadah Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI).

Peserta program berumur antara 20 sampai 25 tahun, dan masing-masing grup berjumlah 18 orang yang terdiri dari 9 laki-laki dan 9 wanita.
Grup Indonesia mengunjungi Australia biasanya mulai awal Oktober selama dua bulan. Satu bulan pertama dihabiskan di wilayah pedesaan dan satu bulan sisanya di wilayah perkotaan. Peserta akan tinggal dengan keluarga Australia dan melakukan kerja magang di kedua tempat tersebut.
Mendekati akhir Nopember, peserta Australia akan dipertemukan dengan mitranya (counterparts) peserta dari Indonesia dan bergabung untuk mengikuti program orientasi bersama.
Setelah mengikuti program orientasi bersama, kedua grup akan menuju ke Indonesia untuk melaksanakan program di Indonesia. Biasanya program ini akan berlangsung pada periode Desember sampai Januari.
Sistem mitra (counterparts) akan dilaksanakan pada program di Indonesia, dimana peserta Australia akan dipasangkan dengan peserta dari Indonesia.
Program di Indonesia terbagi dalam dua bagian:

Program di desa mengharuskan grup untuk tinggal di desa dengan orangtua angkat dan melaksanakan proyek-proyek pembangunan masyarakat desa (community development) dan kegiatan sosial; dan,
Program di kota dimana grup akan tinggal dengan orangtua angkat dan melaksanakan kerja magang yang sesuai dengan minat dan keahlian peserta bila memungkinkan.
Setiap tahun AIYEP dilaksanakan di negara bagian atau teritori yang berbeda di Australia dan juga propinsi di Indonesia.

Apa yang dapat diharapkan oleh peserta Program

Pengalaman pertama tinggal dan menjadi bagian dari sebuah kebudayaan lain;
Mewakili Negara dan cara hidup masing-masing;
Belajar dan mengembangkan keahlian bahasa;
Pengalaman praktis dan pengembangan keahlian yang berhubungan dengan studi akademis atau jenjang karir;
Pengembangan pribadi: kerjasama tim, keahlian negosiasi, kepemimpinan, kepercayaan diri dan penyesuaian, dll;
Membangun hubungan yang baik dengan mitra-nya dengan mengembangkan jaringan pertemanan dan jaringan relasi di bidang akademis dan profesi;
Pemahaman yang lebih luas mengenai hubungan Australia-Indonesia dan kemungkinan kerjasama dan keterlibatannya di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *