The 6st Tourism and Hospitality International Conference

Surabaya, Jurnalexpress.com,-

UC Menyelenggarakan Konferensi Internasional Pariwisata dan Perhotelan dengan tema The 6st Tourism and Hospitality International Conference

Pariwisata saat ini menjadi salah satu tonggak utama dalam perekonomian dunia termasuk bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik. Pariwisata yang saat ini menjadi primadona bagi setiap negara dalam mengembangkan potensi sumber daya baik alam dan manusia di dalamnya. Dari segi inilah pariwisata menjadi bagian-bagian lebih spesifik untuk meningkatkan perekonomian, sosial, pemeliharaan lingkungan dan industri pariwisata itu sendiri.. Untuk memperkuat wawasan tentang pariwisata global, salah satu media yang bisa digunakann untuk saling mengemukakan pandangan dalam mengembangkan pariwisata dan wawasan pariwisata serta membangun hubungan baik antar negara untuk kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya adalah melalui THIC (Tourism Hospitality International Conference). Konferensi ini merupakan salah satu wadah insan pariwisata dalam menuangkan pemikiran secara ilmiah mengenai pariwisata di dunia terutama negara-negara di kawasan Asia Pasifik berbentuk konferensi internasional yang diselenggarakan Universitas Ciputra Surabaya bekerjasama dengan Universiti Utara Malaysia. THIC untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kuala Lumpur pada tahun 2012 dengan tema Issues and Challenges in Tourism and Hospitality Resources yang diikuti oleh peserta dari beberapa negara seperti Indonesia, Nigeria, China, Taiwan, Bangladesh dan New Zealand,. Kemudian THIC yang ke 2 dan ke 5 berpindah , pindah dari Malaysia, Thailand dan Indonesia. Pada tahun 2019, penyelenggaraan THIC kembali diadakan di Surabaya, dengan Universitas Ciputra sebagai tuan rumah dan mengusung tema “Beyond Tourism Industry”. Pada THIC tahun ini, penyelanggaraan Internasional ini bekerjasama dengan Universitas Brawijaya dan Universiti Utara Malaysia, sebagai partner penyelenggara. THIC yang ke 6 ini diselenggarakan di Universitas Ciputra Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang, pada tanggal 5 dan 6 Desember, dengan mengambil tema “Beyond Tourism Industry”. Ada 5 Nara sumber utama yaitu Pak Nurdin, ahli dan pelaku Ekowisata Indonesia, Prof Luchman Hakim pakar sustainable tourism dari Universitas Brawijaya, Associate Prof Basri, pakar hospitality dari Malaysia, Dr. Patnada, pakar pariwisata dari Thailand dan Dr. Agoes Tinus, pencipta brand Sparkling Surabaya sekaligus dosen dari Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra, Surabaya. Konferensi kali ini ada 40 karya tulis ilmiah yang dipresentasikan dari 5 negara, yaitu Malaysia, Thailand, China, Taiwan dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *