Publik Heran Plt Walikota Pasuruan Tidak Hadir Di Haul Akbar KH. Abdul Hamid

Kota Pasuruan – Acara Haul Akbar Almaghfurlah KH. Abdul Hamid Kota Pasuruan yang ke 38 menjadi ajang silaturahmi bagi segenap warga Masyarakat Kota Pasuruan juga warga dari berbagai daerah yang datang berbondong-bondong demi hormat dan mengalap Barokah serta keteladanan dari Ulama Kharismatik tersebut.

Tepat pada Rabu (06/11/2019) Acara Haul yang termasuk agenda spiritual penting bagi warga masyarakat kota pasuruan tersebut seperti tahun-tahun sebelumnya dibanjiri oleh Ratusan ribu masyarakat. Mereka secara suka rela datang memadati areal masjid jamik kota Pasuruan sejak subuh guna mengikuti rangkaian acara Maulid Nabi Agung Muhammad sekaligus Haul Akbar Almaghfurlah KH. Abdul Hamid.

Sejumlah Ulama dan tokoh nasional hadir dalam Acara Haul yang dilangsungkan di Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan diantaranya Rois Am PBNU KH. Miftahul Akhyar, Ketua PBNU KH. Said Aqil Sirodj, Gus Ghofur Maimoen serta Ulama yang lagi ngehits dan fenomenal Gus Baha yang hadir sekaligus mengisi mauidhoh hasanah. Banyak juga jajaran pejabat yang terlihat hadir diantaranya Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas.

Namun publik Kota Pasuruan bertanya tanya tentang keberadaan plt Walikota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo yang tidak hadir pada acara yang menjadi agenda besar tahunan warga masyarakat kota pasuruan yaitu Haul Almaghfurlah KH Abdul Hamid. Masyarakat semakin heran ketika mendapatkan kenyataan bahwa pada acara haul akbar tersebut plt Walikota justru tidak hadir dan memilih untuk melakukan kunjungan kerja ke Jerman sejak tanggal 4 November 2019.

Banyak perbincangan diwarung kopi hingga di berbagi group sosial media tentang sikap dan pilihan Plt Walikota Pasuruan yang mengangkangi agenda besar kultural dan spiritual kota Pasuruan.

M. Munif salah satu warga Kota Pasuruan mengaku sangat tidak habis pikir dan sangat kecewa dengan pilihan yang diambil oleh Plt Walikota Pasuruan yang tidak hadir pada acara ini, padahal beliau saat ini adalah pemimpin warga kota pasuruan yang menjadi cermin atas sikap dan prilaku warga kota pasuruan “Saya memandang Sikap Plt Walikota seperti meremehkan keagungan Haul seorang Waliyullah Romo KH. Abdul Hamid Pasuruan, sikap yang sangat tidak etis bagi seorang pemimpin kota santri” ucap Munip kala ditemui awak media JurnalExpress.Com di sela acara Haul.

Seperti diberitakan sebelumnya, Plt Walikota Pasuruan sedang melakukan kunjungan kerja ke Jerman dengan membawa sejumlah pejabat dan pengusaha. Namun publik belum mendapatkan penjelasan mengapa agenda kunker tersebut waktunya bertabrakan dengan agenda Haul Akbar KH Abdul Hamid. Apalagi sehari menjelang Haul terjadi tragedi di dunia pendidikan kota pasuruan yaitu Ambruknya ruang kelas SDN Gentong yang memakan dua korban jiwa meninggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *