Warganya Menjadi Korban, Ketua Ranting NU Mandaranrejo Minta Tragedi SDN Gentong Diusut Tuntas

Kota Pasuruan – Tragedi yang merenggut nyawa akibat ambruknya Atap Gedung Kelas SDN Gentong Kota Pasuruan terus menjadi sorotan masyarakat luas. Hal ini dikarenakan kejadian naas tersebut merenggut nyawa seorang guru dan murid yang sedang melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

Salah satu korban yang meninggal adalah Sevina Arsy Wijaya (19th) Warga Mandaranrejo Kota Pasuruan yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga pengajar di SDN Gentong Kota Pasuruan. Kabar duka tersebut membuat banyak pihak merasa prihatin sekaligus geram dengan tragedi yang mengguncang dunia pendidikan tanah air.

Ketua NU Ranting Mandaranrejo M. Samsul Rizal HK, SH, M.Hum mengaku sedih dan duka yang dalam atas gugurnya dua orang yang sedang melakukan pekerjaan mulia. “Kami tentu sangat berduka apalagi satu dari dua korban meninggal adalah warga Mandaranrejo yang notabene adalah warga NU dan malam ini juga warga sedang melakukan pembacaan yasin dan tahlil” Ucap Alumni Ponpes Gontor tersebut.

Lebih lanjut atas nama Ketua NU Mandaranrejo meminta dengan tegas agar kasus ini diusut tuntas mengingat kejadian ini adalah hal yang sangat memprihatinkan bagi dunia pendidikan. “Saya meminta seluruh elemen masyarakat khususnya kepada PCNU Kota Pasuruan agar mengawal kasus yang merenggut nyawa para mujahid kita yaitu Guru dan Murid yang sedang melakukan ibadah mulia yaitu taklim wal mutaalim. Korban meninggal dalam keadaan Syahid” tegas Rizal.

Seperti menjadi perhatian banyak pihak, kasus runtuhnya atap Sekolah SDN Gentong Kota Pasuruan tersebut adalah kejadian yang kedua setelah pada tahun 2016 terjadi peristiwa ambruknya atap ruang kelas SMPN 11 Kota Pasuruan yang kasusnya sudah inkracht di pengadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *