Plt Walikota dan Anggota Dewan Kunker saat Tragedi Ambruknya Atap SDN Gentong Kota Pasuruan

Kota Pasuruan –  Kabar Duka atas Tragedi Ambruknya Atap Ruang Kelas SDN Gentong Kota Pasuruan yang menyebabkan dua korban jiwa meninggal dunia serta belasan lainnya luka-luka dan kritis membuat masyarakat bertanya tentang bagaimana kebijakan pemerintah daerah kota pasuruan.

Sejumlah masyarakat di warung kopi dan di berbagai group sosial media semuanya menyoroti tentang tragedi yang buruk tersebut seraya mempertanyakan respon dari pemerintah  daerah atas musibah di dunia pendidikan tersebut. Seperti Group WA padang howo yang berisi berbagai kalangan masyarakat kota pasuruan sejak kejadian naas itu terus berbagi informasi dan berdiskusi tentang buruknya situasi pendidikan di kota pasuruan.

Hal tersebut menjadi sangat mengecewakan bagi masyarakat dimana ketika kejadian tersebut berlangsung para wakil rakyatnya anggota DPRD Kota Pasuruan sedang tidak berada di pasuruan karena sibuk dengan kunjungan kerja (kunker).

Publik juga semakin dibuat kecewa lantaran Plt walikota juga tidak bisa ditemui karena sedang kunjungan kerja ke Jerman sampai tanggal 10 November 2019.

Seperti yang disampaikan oleh Misbah Salah satu warga asli kota pasuruan yang mengaku sangat kecewa dengan tragedi berdarah yang memakan korban jiwa, juga mengaku sangat kecewa dengan pemerintah dalam hal ini walikota dan anggota DPRD Kota Pasuruan yang saat kejadian Naas ini justru mementingkan kunjungan kerja yang belum jelas manfaatnya bagi masyarakat kota pasuruan. Tegas pria pesisir kota pasuruan tersebut

Hingga berita ini diturunkan masih belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kota pasuruan atau dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pasuruan atas tragedi tragis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *