GNPK-RI Kota Pasuruan Desak bentuk Tim Investigasi Independent Uji Kelayakan Seluruh Bangunan Sekolah di Kota Pasuruan

Kota Pasuruan – Pasca tragedi ambruknya Bangunan Ruang Kelas SDN Gentong Kota Pasuruan yang memakan korban jiwa membuat sejumlah element masyarakat kota pasuruan bersuara.

GNPK-RI Kota Pasuruan selaku elemen masyarakat mengambil sikap tegas atas situasi yang kembali mengguncang dunia pendidikan tanah air. Kejadian runtuhnya atap sekolah di kota pasuruan tersebut adalah kejadian yang kedua kali setelah sebelumnya di tahun 2016 musibah yang sama terjadi di SMP N 11 Kota Pasuruan.

Kejadian tragis yang terulang kembali tersebut membuat GNPK-RI Kota Pasuruan mendesak pemerintah dengan melibatkan element masyarakat serta mahasiswa membentuk tim investigasi gabungan untuk melakukan investigasi kasus ambruknya SDN Gentong sekaligus melakukan audit kelayakan atas seluruh bangunan ruang kelas sekolah. Hal ini menjadi penting mengingat saat ini sudah masuk musim penghujan dimana situasi akan menjadi sangat rentan dan dikhawatirkan kejadian serupa bisa terulang kembali.

Zulkarnain selaku ketua GNPK-RI Kota Pasuruan menyampaikan bahwa Audit kelayakan seluruh bangunan sekolah menjadi sesuatu yang mendesak agar kejadian serupa tidak menimpa anak didik kita. “Ini Kabar Duka yang mendalam, Kami Mengucapkan Duka cita yang dalam kepada keluarga korban. Yang terpenting kita minta segera dibentuk tim yang mengaudit kelayakan bangunan sekaligus bersama-sama mengawal kasus ini hingga tuntas. Tidak ada Force Major kok gedung ambruk, pasti ini karena kebijakan yang korup” tegas pria yang juga aktivis Lakpesdam NU Kota Pasuruan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan nampak aparat dari kepolisian melakukan investigasi dan olah tkp. Sementara itu dalam berbagai group sosial media di Kota Pasuruan masyarakat masih menyoroti tragedi berdarah di dunia pendidikan kota pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *