BPJS Kesehatan Sosialisasikan Rujukan Horizontal Pada Dinkes Kabupaten Nias

Nias, jurnalexpress.com

BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli laksanakan sosialisasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias terkait sistem rujukan horizontal sekaligus penandatanganan sistem kapitasi berbasis komitmen pelayanan yang dilaksanakan Lasara Poin, Selasa (15/10).

Pemerintah Kabupaten Nias melalui dinas Kesehatan Kabupaten Nias mendukung pelaksanaan Rujukan Horizontal tersebut

“Sistem rujukan horizontal, merupakan sistem yang tepat untuk diterapkan diera JKN-KIS. Dengan diterapkannya sistem ini, diharapkan mampu meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS dan dapat menstimulasi fasilitas kesehatan untuk terus memperbaiki kualitasnya dari sisi sarana prasarana dan tenaga medis” ucap Kadis Kesehatan Kabupaten Nias, Marthin Luther Harefa

“Dalam rangka memastikan komprehensivitas layanan diagnosa non spesialistik dapat tuntas ditingkat FKTP, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS memberlakukan program Rujukan Horizontal. Sistem ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001/2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. Rujukan horizontal merupakan rujukan antar pelayanan kesehatan dalam satu tingkatan. Melalui sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan peserta JKN-KIS. Begitu juga dengan FKTP, dapat terus berupaya meningkatkan sarana prasarana dan SDM tenaga medis yang memadai untuk menuntaskan diagnosa non-speseialistik,” tuturnya kepada para peserta sosialisasi.

Marthin menambahkan, pihaknya akan terus mendukung keberhasilan sistem rujukan horizontal. Dukungan ini diwujudkan melalui edukasi kepada masyarakat melalui kecamatan atau perangkat desa maupun sosialisasi secara langsung kepada peserta JKN-KIS. Disisi lain, Dinas Kesehatan akan terus berupaya untuk membekali puskesmas tentang aplikasi P-Care yang menjadi aplikasi wajib bagi FKTP dalam melayani peserta.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Harry Nurdiansyah menyampaikan bahwa Rujukan Horizontal adalah sebuah mekanisme rujukan dalam kasus diagnosa Non-Spesialistik bagi Peserta JKN-KIS, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS dalam mengakses layanan kesehatan.

“Jika selama ini kita sering mendengar rujukan sebagai upaya rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), maka melalui Permenkes Nomor 001/2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan, dapat kita pahami bahwa ada sistem rujukan horizontal yang juga diatur oleh peraturan tersebut. Kehadiran rujukan horizontal, bertujuan untuk memastikan peserta JKN-KIS dapat tertangani penyakitnya ditingkat FKTP untuk kasus non-spesialistik. Sistem rujukan horizontal ini dijalankan sesuai dengan sistem zonasi atau berdasarkan batas wilayah dan daftar FKTP beserta dengan jejaringnya dengan mempertimbangkan kelengkapan sarana dan prasarananya. Melalui upaya ini diharapkan peserta tidak perlu jauh pergi ke rumah sakit dengan mengeluarkan biaya transportasi, dan dapat terhindar dari antrian peserta di rumah sakit,” tuturnya kepada peserta pertemuan.

Diakhir pertemuan, Harry mengungkapkan data, bahwa pada bulan Juni 2019, 4.40% dari 2,08 Juta kasus rujukan FKTP ke FKRTL merupakan kasus rujukan non-spesialistik, dengan alasan adanya kendala pada kelengkapan sarana dan prasarana. Menurutnya, jika kasus non-speseialitik dapat ditangani di FKTP yang memiliki sarana prasaran yang lengkap, mengapa harus jauh-jauh merujuk ke FKRTL,” tutupnya.

Reporter : T2g/Agustinus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *