Diskusi Pancasila dan Milenial, Cara PMII Merdeka Pasuruan Kokohkan Ideologi Mahasiswa Baru.

Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa mendapat tantangan besar di era keterbukaan informasi dan peradaban digital. Kaum Milenial sebagai poros utama era digital semakin disibukkan dengan berbagai macam aplikasi yang memaksa mereka untuk lebih banyak menghabiskan waktu di depan gadget sehingga banyak dari mereka sudah tidak punya waktu untuk mempelajari pancasila dengan segala dinamika tantangannya.

Terlebih dalam Arus deras informasi yang setiap hari diterima mereka yang banyak diantaranya diisi oleh gerakan cyber yang membenturkan pancasila dengan agama bahkan secara gamblang membuat gerakan sosial media untuk mengganti pancasila dengan ideologi asing.

Untuk itu dalam menyambut datangnya Mahasiswa Baru, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Merdeka Pasuruan Menggelar Diskusi Pancasila. Acara diskusi yang disambung dengan pelatihan menulis tersebut merupakan ikhtiar dari Pengurus PMII Merdeka Pasuruan dalam membentangi Mahasiswa Baru dari paham radikalisme yang mudah tumbuh di tengah kampus.

Ketua Komisariat PMII Merdeka Pasuruan menyampaikan bahwa tugas utama dari pengurus PMII adalah Menjaga agar kampus menjadi ruang intelektual yang sehat dan bebas dari ideologi radikal yang merongrong NKRI “Kita hadirkan Diskusi Tentang Pancasila dan kaum milenial kepada mahasiswa baru, ini karena tanggung jawab kita sebagai kader islam nasionalis memastikan bahwa Pancasila masih menjadi diskursus besar dalam narasi kebangsaan mahasiswa dan milenial” tegas musafir.

Lebih lanjut pria asli NTB itu mengatakan bahwa kondisi bangsa akhir akhir ini mengalami persoalan yang serius termasuk masalah saudara kita di wamena dan kasus rasisme yang tidak seharusnya hidup dalam negara Pancasila. Ini karena masih belum tersublimasi nilai nilai luhur pancasila dalam diri anak bangsa.

Acara diskusi yang berlangsung pada Minggu (06/10/2019) dan bertempat di aula Kecamatan Bugul Kota Pasuruan tersebut mendatangkan Zulkarnain Mahmud sebagai narasumber. Pria yang juga Alumni PMII Merdeka Pasuruan tersebut menyampaikan materi tentang Sejarah Pancasila dan tantangannya di era Milenial. Dalam Materinya Zulkarnain menyampaikan bahwa Pancasila adalah dasar bernegara yang lahir dari Bumi Nusantara, meminjam bahasa Bung Karno bahwa Pancasila digali dari tradisi tradisi luhur bangsa. “Ini artinya Pancasila bukan ideologi import dan apresiasi besar bagi Foundhing Fathers kita yang berhasil merumuskan ideologi sendiri disaat bangsa bangsa lain justru mengimpor ideologi asing sebagai ideologi negaranya” ucap pria yang juga aktif sebagai Sekretaris Lakpesdam NU Kota Pasuruan tersebut.

Maka dari itu Milenial harus intens mendiskusikan Pancasila agar tidak gagap dengan pertarungan ide gagasan tentang konsep bernegara. “jangan sampai kita diajari oleh proxy asing tentang bagaimana bernegara karena konsep negara pancasila sudah final dan ideal” tegas zulkarnain.

Acara disambung dengan pelatihan menulis yang diisi oleh Aktivis Muda Pasuruan yaitu Ahmad Sukron dan AK Rilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *