Naumi: Banyak Hal Pemicu TRC PA, Ormas, Dan Beberapa Awak Media Mendesak Pembubaran KPAI

Naumi ketika mengadakan penyuluhan anak di Papua beberapa waktu lalu

Naumi: Banyak Hal Pemicu TRC PA, Ormas, Dan Beberapa Awak Media Mendesak Pembubaran KPAI

JAKARTA,Jurnalexpress.com

Hingga saat ini aksi desakan pembubaran KPAI oleh beberapa ormas, awak media dan terlebih dari pihak TRC PA dan elemen masyarakat membuat portal berita nyaris semua perusahaan media seluruh Indonesia terbit bagaikan rintikan air dimusim hujan.

Akibat tiba – tiba di hebohkan dengan ulah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyerang PB djarum dengan tuduhan telah exploitasi anak di saat audisi guna melahirkan tunas – tunas pebulutangkis indonesia,

Naumi dari Koornas TRC PA pagi tadi menyampaikan kepada wawancara langsung dengan salah satu dari Redaktur jurnalexpress.com menyampaikan bahwa tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan KPAI dikarenakan banyaknya pemicu problem ditubuh komisioner KPAI tersebut, dimulai dari dugaan penerimaan dana luar negeri oleh oknum KPAI dan pemborosan anggaran negara, sementara KPAI goyang lutut tanpa kegiatan yang menyentuh kepentingan anak Indonesia.tutur Naumi.

Meskipun perseteruan itu telah berakhir damai dengan solusi PB Djarum tetap melanjutkan audisi guna mencari pebulutangkis berbakat dengan catatan harus merubah logo, termasuk kedatangan/pertemuan komisioner KPAI kepada pembina TRC PA untuk meminta nasehat.menurut Naumi bahwa Itu semuanya hanyalah dalih untuk menyelamatkan diri oleh KPAI, namun pembubaran KPAI harga mati, tambah Naumi.

Disisi lain barisan pejuang pembubaran KPAI yang dimotori oleh salah satu dari tokoh TRC PA (Naumi) menyampaikan bahwa tim segera menyampaikan permohonan pembubaran KPAI tersebut langsung kepada Presiden Jokowi, dan tentunya melampirkan beberapa point sebagai dasar kuat untuk pembubaran KPAI tersebut, agar nantinya pak Presiden segera ambil tindakan.

Hal itu juga mendapat tanggapan dari Roostin Ilyas, Tokoh senior pemerhati anak yang juga sebagai ketua yayasan Nanda Dian Nusantara,
KPAI seharusnya tidak harus melakukan tindakan seperti itu, Tiba – tiba menyerang PB Djarum dengan tuduhan exploitasi anak,

Namun jika sekarang mereka berdamai ya syukurlah, sementara menanggapi banyaknya komentar nitizen yang menginginkan KPAI di bubarkan, Roostin dengan tegas mengatakan sebenarnya jika kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) di rubah menjadi Departmen, dan bisa menjangkau sampai ke daerah – daerah, maka KPAI tidak perlu ada alias BUBBAR.

KPAI itu di bentuk oleh negara dan di biayai negara, namun kerjanya apa? Sementara banyak anak – anak Paud, Tk dan sekolah dasar menjadi korban intoleran di daerah, padahal hal itu lebih bahaya dari rokok, Lalu kemana KPAI selama ini??

Sementara adanya Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak “TRC PA”, Roostin menaruh harapan besar bahwa TRC PA bisa menjaga dan mendidik anak – anak menjadi generasi Bangsa yang bisa di banggakan oleh Bangsanya,

TRC PA harus bergerak cepat, ajaklah anak – anak Indonesia untuk mengenal dan menghormati tokoh panutan di daerahnya, jangan sampai anak – anak tidak mengenal siapa panutannya,

Untuk menjalankan sebuah organisasi itu yang penting Jujur, saling menghargai, kerja benar dan tidak hanya ramai di group, sebab yang di butuhkan masyarakat adalah tindakan.red.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *