Selain NTT, SUTA Kebanjiran Permintaan Ekspor Minyak Serai Wangi dari Luar Negeri

Jakarta, JurnalExpress.com – Setelah melakukan korespondensi dengan para calon pembeli, saat ini minyak serai wangi atau minyak atsiri telah banyak permintaan baik dalam dan luar negeri. Diketahui untuk luar negeri saat ini permintaan datang dari Timur Tengah, Qatar, Abudabi, India.

Hal itu berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Ketua Umum KUP Suta Nusantara Dadung Hari Setyo, pada Minggu (17/8) lalu, saat ia bersama tim pengembangan usaha pertanian KUP Suta Nusantara melakukan peninjauan persiapan persiapan sentra serai wangi di Desa Cipancar, Subang, Jawa Barat. Hadir dalam rombongan adalah ketua umum Dadung Hari Setyo, Baindatkom Hendriadi, Raul, seorang investor dan traider untuk minyak sari wangi ke India, dan juga Hans.

Menurut Dadung, saat ini sudah ada korespondensi antara pihak Suta dan H. Asep sebagai pengembang terhadap para calon pembeli di luar negeri. “Membutuhkan sekitar 40 ton minyak serai wangi per minggu. Jadi kalau sebulan, membutuhkan 160 ton perbulan,” terang Dadung.

Dadung juga mengatakan, selain di Timur Tengah, permintaan juga dating dari Eropa, seperti Belanda, Prancis, dan Jerman, dengan permintaan sekitar 200 ton perbulan. Disamping pemesanan langsung sebagai mana yang dilakukan oleh Raul, seorang pengusaha asal India, potensi untuk kebutuhan India sekitar 300 ton perbulan.

“Dari Pak Raul sendiri, dari perusahaan dia, menginginkan 30 ton perbulan. Belum lagi dari Jerman, lewat trading India, sekitar 20 ton perbulan. Saya kira ini suatu prestasi dari teman-teman Suta Nusantara telah melakukan komunikasi dengan pihak pengusaha dan investor luar untuk menjalin kerjasama,” beber Dadung.

Di samping itu, kata Masda, H. Asep sebagai pelaku dan pengembang usaha serai wangi, telah melakukan konsolidasi kepada seluruh pelaku usaha yang tergabung di dalam kelompok usaha taninya untuk terus meningkatkan produksi dan pengembangan. Selain juga, Suta telah melakukan koordinasi dan konsolidasi pengembangan di luar Jawa seperti di Sumatera.

“Pola ini sengaja kita lakukan di Suta, karena selama ini pelaku usaha serai wangi dalam menjual produknya ke luar tidak secara langsung. Produksi mereka ditampung oleh pengepul, kemudian pengepul menjual ke perusahaan, dan perusahaan-perusahaan inilah yang memonopoli jalur ekspor impor,” ungkapnya.

Lembih lanjut ia membokarnya, bahwa kebanyakan importir-importir tersebut berasal dari Malaysia, Singapur dan Thailand. Dan kondisi ini yang tengah dipangkas oleh pihak SUTA Nusantara. Saat ini kita sudah bisa melakukan komunikasi langsung dengan bayer, dan mendapatkan rekomendasi permintaan yang demikian banyak.

“Ini membuktikan bahwa selama ini pelaku usaha serai wangi tidak melakukan komunikasi kepada para pembeli-pembeli dari luar secara langsung,” jelasnya.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk memenuhi permintaan tersebut adalah dengan beberapa tahapan, yang pertama adalah merehabilitasi lahan. Saat ini, lahan yang di Subang milik H. Asep HGU 300 ha, Plasma 500 ha, total luas lahan pengembangan 800 ha. Hal ini dilakukan agar hasil panen meningkat.

Tahap kedua adalah meningkatkan produksi. Saat ini, ada sekitar 11 pabrik pengulingan, namun komponennya banyak yang perlu diperbaiki dan diganti sterpak, alat dan mesin, agar kemampuan produksinya cepat dan meningkat.

“Saat ini, satu unit pabrik penyulingan hanya bisa menerima 1,5 ton daun serai perhari. Diperkirakan, minyak serai yang bisa dihasilkan hanya 15 kg. Ini tentu harus ditingkatkan produksinya sampai maksimum,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, sampai akhir tahun ini akan dilakukan penambahan unit pabrik sekitar 14 unit. Sehingga dengan penambahan itu diharapkan standar produksinya dalam 1 unit sebanyak 6 ton daun serai, dan 80 kg perhari minyak atsiri.

“Ini kalau dikali 30 hari, itu berkisar 240 ton. Kemampuan produksi inilah, secara bertahap dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan permintaan luar negeri. Insya Allah kita bisa memulai permintaan itu sekitar awal 2020,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *