Makna Kemerdekaan Bagi Petani

Agriculturenews.id – Peran petani dalam perjuangan kemerdekaan tidak bisa dilupakan, karena petanilah yang siap bekerja untuk mencukupi kebutuhan pangan para pejuang, baik di setiap markas, pos-pos pengendalian lapangan serta di lini depan medan pertempuran.

Lebih dari itu peran petani adalah sebagai penyedia logistik  dan peralatan pertempuran, karena aktifitasnyalah tentara kolonialis dapat dikelabuhi dengan seribu cara, seperti ketika petani menjual hasil tani ke kota, petani dapat melewati pos batas penjagaan kolonial walaupun petani di kota memiliki tugas mencari,  mengumpulkan informasi dan mengamati situasi untuk kepentingan perang  gerilya  para pejuang kemerdekaan. Itulah sekelumit peran dan tugas petani yang secara sukarela mensuport para pejuang kemerdekaan.

Kini kemerdekaan diusia 74 tahun, dan selama itu petani memiliki suka dan duka selama kemerdekaan tersebut dicapai, petani pasca kemerdekaan banyak dilibatkan dalam aktifitas dan kegiatan politik, tentu hal itu dilakukan oleh para elit partai politik untuk memperkuat struktur dan fungsi kepartaian dalam rangkat untuk merebut jabatan strategis di politik. Hal ini  jelas terlihat di masa Orde Lama dan Orde Baru. Ketika Orde Reformasi pun petani dilibatkan dalam aktifitas dan kegiatan politik, bahkan petani terlibat dalam kegiatan aksi menentang kekuasaan saat itu, namun perjalanan Orde Reformasi yang membuka pola perdagangan bebas keberadaan petani terasa dimarginalkan, karena orientasi politik lebih berpihak kepada ekonomi, investasi dan permodalan dari luar negeri, karena politik dan ekonomi dalam negeri mengalami kelesuan dan krisis muktidimensi.

Kini keberadaan petani tanpak tercerai beraikan, banyak petani yang putus asa dan berakih profesi sebagai pekerja industri dan pekerja jasa diperkotaan, arus urbanisasi dari desa ke kota tidak terkendalikan lagi, desa banyak ditinggalkan namun aset petani yang berupa sawah, ladang dan tanah telah banyak dimiliki oleh orang kota oleh para pejabat dari kota.

Lebih lanjut keberadaan peyani saat ini tengah mengalami masalah yang komplek, banyak petani yang tidak mengerti bagaimana untuk mengatasi masalahnya, keberadaan dan nasib petani secara politik seakan terabaikan karena petani tidak lagi menjadi obyek maupun suvyek dalam kepentungan politik. Kondisi inilah yang membuat petani frustasi, beralihlah mereka menjadi buruh atau pekerja disektor lain, kalaupun banyak media yang mengangkat aktifitas dan kegiatan pertanian tapi keberadaan mereka lebih banyak sebagai penggarap saja bukan pemilik tanah.

Dari problematika tersebut di atas yang merupakan gambaran singkat peran dan keberadaan petani menjadi sebuah ironi yang harus segera mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah untuk mengangkat harkat dan martabat petani seiring dengan manifestasi  kemerdekaan yang sudah berjalan 74 tahun. Di usia kemerdekaan ini kita harus dapat memberika makna penting bagi petani dalam mengisi kemerdekaan, memaknai kemerdekaan bagi petani  adalah  membangkitkan kebali jiwa kepeloporan, ketauladanan para pejabat dan pemimpin di negeri ini, agar jiwa bertaninya masyarakat atau rakyat bertumbuh kembang kembali untuk berpartisipasi dalam membangun negeri ini.

Hanyalah petani yang bisa bekerja setiap hari menekan inflasi ekonomi, hanya lah petani yang bisa mewujudkan ketersedian pangan secara cepat, dan hanya petani yang bisa mengelolah aset bangsa di daerah, dan hanyalah petani yang bisa menumbuhkah kemandirian dan ketahanan  pangan di negeri ini. Oleh karena itu lebih lanjut untuk memaknai kemerdekaan bagi petani harus ada upayah yang masif untuk mendidik dan melatih agar memiliki kompetensi atau kemampuan menjalankan usaha pertanian, sekaligus mampu bersaing secara koparatif baik di dalam negeri maupun diluar negeri.

Kalaupun harus dibantu, petani yang membutuhkan saja agar petani tidak menjadi obyek sosial atau oekerja sosial karena petani diposisukan sebagai pelaku atau penerima bantuan sosial.  Saatnya petani berdikari, dan petani dapat mengatasi masalahnya di usaha  pertanian.

Oleh: Dadung Hari Setyo (Ketua Umum KUP SUTA Nusantara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *