Petani Keluhkan Harga Bawang Merah Anjok Hingga 8 Ribu di Nganjuk

JurnalExpress.com – Semenjak jelang lebaran haji minggu lalu, secara berangsung harga bawang mengalami penurunan. Bahkan hingga pasca lebaran sampai saat ini, harga tersebut terus turun hingga membuat pedagang dan terutama petani bawang merah mengeluh.

Jika di Banjarmasin, sebagaimana diungkapkan oleh Hj Misrati, pedagang bawang di Pasar Sentra Antasari, Banjarmanis, menjual bawang merah seharga Rp 22.000 per kg yang turun dari Rp 25.000 sejak dua pekan sebelum Lebaran haji. Adapula bawang bombay dibanderol seharga Rp 23.000 yang turun dari harga seblumnya Rp 25.000.

“Kemarin sempat ada kejadian kapal pengiriman bawang ini karam, sehingga sebagian banyak bawangnya yang terendam, karena ini harga bawang relatif turun,” jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (14/8/2019).

Lain halnya dialami petani Nganjuk, Jawa Timur, di mana harga bawang merah hanya berkisar Rp.6000 -Rp.8000 per/kg. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Samsun Tohari, seorang petani bawang merah asal Nganjuk.

Saat tim jurnalis media ini menanyakan melalui pesan singkat, apa betul harga bawang merah di kabupaten Nganjuk sedang anjok?, “betul. Harga sekarang 6 sampai 8 ribu perkilogram,” jawabnya singkat, Nganjuk, Jum’at (16/8/19).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Samsun Tohari, beberapa wilayah di mana petani mengalami banyak kerugian atas anjloknya harga bawang merah ini adalah, Kecamatan Wilangan, Bagor, Nganjuk, Rejoso, Gondang, Ngluyu, Sukomoro, Tanjunganom, Baron, dan Kecamatan Berbek.

Menurut Samsun, beberapa hal yang menyebabkan harga bawang merah anjlok di Nganjuk adalah karena saat ini di wilayah tersebut sedang panen raya. Selain itu, karena banyaknya tengkulak (calo) yang membeli dengan Borongan.

“Padahal kualitas hasil panen bawang merah dalam keadaan bagus atau super,” ungkapnya.

Hal ini diperparah lagi dengan panen raya yang sedang terjadi di beberapa kabupaten di Indonesia, seperti kabupaten Brebes, Probolinggo, dan Bima-NTB. Bawang-bawang yang dihasilkan daerah-daewrah ini dengan kualitas panen yang berlimpah.

Dalam keadaan seperti itu, dirinya, mewakili petani, berharap kepada pemerintah seharnya bisa manampung bawang merah ini. “Dengan dibeli BEP dari petani 10.000 petani gak akan merugi,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *