FORUM KOMUNIKASI UMKM : PERLU IDE CEMERLANG UNTUK MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL BAGI PELAKU UMKM

Erna Sulsilowati , owner ayam kremes rempa Tuban

FORUM KOMUNIKASI UMKM : PERLU IDE CEMERLANG UNTUK MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL BAGI PELAKU UMKM

Jurnaexpress.com- Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai hampir 250 juta jumlah penduduk dan itu merupakan modal dasar dalam pengembangan serta pasar yang paling bagus bagi negara lain. Kekayaan Alam Indonesia belum dikelolah maksimal dan hanya sebagian kecil yang baru dimanfaatkan untuk bernilai ekport tinggi. Banyak pengusaha Indonesia yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan produksi dari luar negeri yang masuk lewat kran import.Sektor home industri rumahan atau umkm saat ini masih kesulitan untuk menembus internasional bukan karena tidak mampu go internasional melainkan kalah bersaing di harga dengan produksi dari China. Berangkat dari ide gagasan yang sama dan dilatarbelakangi keprihatinan para pelaku umkm yang masih sulit menembus pasar domestik maupun internasional FORUM KOMUNIKASI UMKM  mengadakan pertemuan tadi siang di salah satu rumah makan di daerah Gresik dan menghasilkan beberapa poin kesepakatan dan nantinya akan dilanjutkan dengan pertemuan yang lebih luas bersama stake holder umkm lintas organisasi.

Ayam kremes rempa, Kedai green jl stasiun no 193 Tuban

Erna Susilowati pegiat UMKM Tuban mengatakan bahwa pelaku umkm tidak memerlukan seremonial organisasi yang hanya berbicara tentang tatanan teori tanpa di ikuti dengan aksi nyata yang bisa memajukan pelaku UMKM.

Lilik Indriana pelaku usaha olahan bandeng dari Gresik yang juga hadir dalam pertemuan siang tadi juga seirama dengan yang disampaikan oleh kawan dari Tuban bahwa pelaku UMKM harus mandiri dan bisa memutar otak agar roda ekonomi berputar dan bisa bersaing.

Lain halnya dengan Antareza satriya yang mempelopori pertemuan tersebut mengatakan bahwa pelaku umkm saat ini sebenarnya sudah sangat maju perkembangannya namun masih perlu menyamakan persebsi semua elemen pegiat umkm untuk membentuk sebuah komunitas, antarareza mencontohkan misalnya di berbagai organisasi kepemudaan tergabung di satu organisasi KNPI untuk itu diperlukan wadah berkumpulnya atau organisasi yang bisa mengayomi semua elemen pegiat UMKM yang jumlahnya sangat banyak. Tujuan utamanya adalah memberikan warna dan menyatukan arah agar pelaku usaha UMKM semakin berkembang dan mampu bersaing baik pasar domestik maupun pasar internasional.

Lilik Indriana, Owner Bandeng Kita, Gresik

Peserta lain dari Lamongan , Kristanto atau yang biasa dipanggil Anton yang selama ini menekuni hasil olahan tambak dibuat krupuk juga mengatakan bahwa umkm harus melakukan revolusi pemikiran agar bisa bersinergi dengan perusahaan besar yang bersedia menampung hasil olahan pelaku umkm. Untuk itu Anton berharap kedepan ada singkronisasi program seluruh elemen umkm agar bisa menjadi satu visi bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *