Refleksi Atas Keharmonisan dalam Buka Puasa Bersama Lintas Agama

إِنَّ اْلحَقَّ يَضْعُفُ بِالاخْتلِاِفِ وِالافْتِرَاقِ وَإِنَّ البَاطِلَ قَدْ يَقْوَى بِالاتِّحَادِ وَالاتِّفَاقِ

“Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan.” (Hardratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari)

Tepat pada 1 Juni 2019, merupakan peringatan kelahiran Pancasila yang ke 74 tahun. Sedangkan di lain sisi, masih di tanggal 1 Juni, merupakan kesebelas kalinya Gerakan Sosial PK PMII Komisariat Merdeka, mengadakan kegiatan “Buka Bersama Anak Yatim dan Dhuafa serta Silaturrahmi Lintas Agama.”

Kata ‘Kerukunan dan Toleransi’ akhir-akhir ini begitu melesat menjadi perhatian publik, pasca euforia penyelenggaraan pemilu presiden dan legislatif, hampir semua kalangan ramai memperbincangkannya. Terbukti dari banyaknya media mainstream yang menayangkan, serta mengupas dalam terkait hal tersebut.

Sebagai organisasi yang berplatform pergerakan sosial-keagamaan, PMII Komisariat Merdeka beristiqomah dengan mengadakan kegiatan yang bertema “Merajut Silaturrahmi untuk Memperkokoh Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama.” Tentunya sebagai upaya untuk tetap merawat ukhuwah kebangsaan, serta menjaga marwah persatuan dan kesatuan.

Berdasarkan hal tersebut, makna ungkapan dari Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari di atas, memiliki visi yang cukup sejalan dengan Nilai Dasar Pergerakan PMII, yakni ‘Hablum Minan Nas.’ Kalau dalam keterkaitannya dengan kehidupan sosial, hal itu semua masuk ke ranah ‘beristiqomah’ untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan.

#

Musim berganti, ada yang berubah ada pula yang bertahan. Karena zaman tak bisa dilawan yang pasti kebaikan harus dipertahankan. Begitu kira-kira ungkapan yang mewakili

#

Maka, aku di sini mengajakmu bersepakat: “Hidup ini tentang berbagi untuk kebahagiaan.” Sepakat?

AK. Rilan (Pegiat Literasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *